Category: Learning

  • Stop Ceramah. Start Facilitate.

    Stop Ceramah. Start Facilitate.

    Izin, Bapa Ibu guru senior. Saya mau berbagi. Saya beberapa bulan belakangan ini ada ngajar di salah satu SMP Swasta di Kota Kupang kelas 1-3. Saya ngajar anak-anak yang activenya luar biasa. Tidak nakal hanya active luar biasa. Nah karena Saya ngajar ICT (Dulu TIK), Saya memang siap materi layaknya gurulah😁 Tapi selama mungkin sudah 5 bulan ini, Saya sangat jarang berbicara untuk ngajar materi di depan kelas. Saya punya pola sederhana. Masuk, Salam, Buka Materi, Lihat Gambar, Praktek. Waktu sepenuhnya saya kasih ke anak-anak.

    Apa alasannya melakukan ini? Simple, karena berdasarkan observasi sebelum mulai ngajar, anak-anak hampir susah untuk fokus ketika guru banyak ceramah, apalagi ini konteksnya Mata Pelajaran Hands On.

    Nah, apakah itu bagus? Iya ada baiknya dan tentu ada kurangnya. Apa saja itu?

    1. Bagusnya karena anak-anak jadi mulai suka akan pelajaran ini karena mereka feel happy karena bisa build something.
    2. Anak-anak yang sudah capek dari pelajaran-pelajaran akademik sebelumnya bisa having fun dengan ICT karena mereka happy saat MEREKA SUKSES BIKIN PROJECT.
    3. Kurangnya karena anak-anak tidak langsung belajar teori yang of course important untuk mereka di bidang engineering seperti ini. Tapi ini memang trade-off yang sudah dipertimbangkan antara push anak-anak paham atau dorong anak-anak untuk suka dulu dengan mata pelajaran ini.
    4. Tapi ya bahkan point nomor 3 di atas sudah dipertimbangkan bahwa akan sangat sulit memaksa anak-anak di umur mereka untuk langsung paham. Karena ini mata pelajaran yang menggabungkan dua dunia yaitu software dan hardware. Which is beberapa dari reader sudah tau how complex dua bidang ini.
    5. Memahami trade-off ini, akhirnya keputusan akhir tetap fokus utama bagaimana membuat anak-anak ini feel good dulu, make them believe that they can build project. Karena kalau dipaksa langsung paham dan project mereka fail terus, mereka jadi kurang percaya diri dan worst case-nya mereka jadi percaya bahwa mereka memang tidak bisa. Dan kita tidak mau itu terjadi tentunya.

    Sooooooooo, berdasarkan semua ini, ketika diukur mungkin dengan persentase, saya mungkin bisa bilang bahwa ratio dalam alokasi waktu fasilitasi:ceramah yang saya lakukan mungkin 20:80 atau mungkin lebih extreme bisa dibilang 15:85. Kenapa ini bisa terjadi, ya seperti di atas, saya sangat jarang ceramah di depan. Itu saja dulu. Nanti baru update lagi.

    Oiya untuk belajar elektronika dan dasar robotika bisa ke Kursus Private —Robotics

  • What Learning Really Is?

    What Learning Really Is?

    I’m always curious: what is learning really?

    Yep. That’s a simple question. But if we try to think deeply, this question might help us become better people, get good at something, or maybe become exceptional engineers/writers/anything driven by this simple question.

    So, what is learning really? If we Google this question, we get these answers:

    Google’s Answer About What’s Learning Really Is?


    We got these answers from Google. But for you? For us? Personally, what is learning?

    For me, learning is simply the way I become better at anything I want to be. For example: because I want to be a great engineer, the ONLY WAY I can become a great engineer is through learning. Learning from anything, anywhere, anyone.

    And… I think that if we stop learning, we’re already “dead.”

    That’s just my thought. It may be controversial, but we’re human—we do wrong things, we learn from them, and we become better people. If we don’t do anything wrong, I don’t think we will grow. We stay stuck.

    Yeah, these are my own reflections, I guess? I don’t know. I was just thinking about it, so I wrote it.

    Sooo, never stop learning. Be a lifelong learner, because life never stops teaching us something.

    — Penu Djira